Powered By Blogger

Sabtu, 13 Februari 2010

RIYA


Pada suatu hari Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, “hal utama yang aku takutkan terhadapmu adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu?” Rasul menjawab : “Riya! Pada hari pengadilan, ketika Allah menghitung seluruh amal makhluknya, Dia akan berkata kepada orang-orang yang memiliki sifat riya, ‘Pergilah kalian kepada orang yang kalian pameri saat kalian hidup di dunia dan minta balasan dari mereka.”

Riya berarti melakukan perbuatan baik untuk mencari perhatian, pujian atau kemashyhuran di depan manusia. Sifat ini merupakan dosa besar dan menyebabkan menurunnya kualitas bahkan matinya spiritual. Al-Quran menyatakan :
“Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya.” (Q.S. al-Maun: 4-6)

Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, “Ada tiga ciri yang menandakan bahwa seseorang melakukan riya, yaitu menyatakan suka cita dan kegembiraannya ketika disambut dan dihormati; menjadi sedih dan murung ketika sendiri (tidak ada orang lain); dan ingin dipuji untuk semua hal yang dikerjakannya.”

Perkataan Imam Ali di atas membantu kita untuk mendeteksi diri kita sendiri, apakah kita termasuk orang yang ikhlas atau orang yang riya? Cobalah Anda jawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini :
1. Apakah Anda malas-malasan beribadah jika anda sendirian?
2. Apakah Anda rajin jika banyak orang yang melihat Anda berbuat kebaikan?
3. Apakah Anda merasa bangga dan ingin dipuji setiap melakukan kebaikan?

Jika ketiga pertanyaan di atas kita jawab dengan “Ya”, maka kita termasuk kelompok orang-orang yang riya. Nauzhubillahi min dzalik

Ibadah puasa adalah ibadah tersembunyi. Tidak ada yg mengetahui seseorag itu berpuasa kecuali hanya Allah swt dan dirinya sendiri. Karena itu puasa merupakan salah satu ibadah minim riya. Artinya, puasa termasuk ibadah yg sulit dicemari oleh sifat riya. Kita bisa saja berpura2 puasa dihadapan manusia, tapi berbuka saat sendirian....jadi org yang mampu melaksanakan puasa hanyalah org yg jujur, jujur kepada dirinya dan jujur dihadapan Tuhannya. Itulah makanya Allah berfirman di dalam hadits qudsi, “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendirilah yang akan membalasnya”.

Semoga puasa tahun ini dapat mengikis sifat riya dari dalam diri kita semua. Wallahu a’lam (CaRe, Medan 09 Ramadhan 1430 H)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar